Kata Ajaib Itu Berbunyi "Terimakasih"


Oleh Ade Asep Syarifuddin

SUATU hari, Minggu pagi seorang ibu memasak di dapur. Lumayan banyak yang dimasak karena akan datang cucu dan keluarga dari kota. Sejak tiga hari yang lalu sudah belanja dan melakukan persiapan membeli ini dan itu. Ibu tersebut dari pagi sampai siang memasak sendirian. Siang harinya rombongan keluarga dari kota tersebut benar-benar datang. Dua mobil penuh mengangkut mereka. Setelah dipersilakan masuk dan minum alakadarnya, langsung dipersilakan untuk menikmati makan siang. Karena memang sudah lapar setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh makanan yang dimasak nyaris habis tak bersisa.

Setelah selesai makan, anak-anaknya secara bergantian mengatakan, "Terimakasih ibu, makanannya enak sekali. Saya sampai nambah dua kali. Dari dulu sampai sekarang, masakan ibu selalu enak." Mendengar komentar anak-anaknya tersebut, hilanglah rasa capek yang dirasakan si ibu tersebut. Semua rasa capeknya terbayar lunas dengan ucapan terimakasih. Yang ada hanyalah rasa bahagia dan gembira. Kerja kerasnya terbayar dengan ucapan terimakasih.

Pernahkah kita mengalami hal serupa? Bekerja keras tapi merasa bahagia? Kata terimakasih adalah kata ajaib yang bisa mengubah satu kondisi menjadi jauh lebih baik. Kalau menggunakan pendekatan agama, kata terimakasih adalah rasa syukur. Ketika kita mensyukuri segala nikmat yang ada, akan ada perasaan bahagia dan gembira menempuh perjalanan hidup ini, sesulit apapun yang kita hadapi. Di samping itu, kata terimakasih pun telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan ini. Di bawah ini adalah contoh-contoh yang bisa ditiru oleh kita dari membudayakan kata terimakasih.

Waktu menjabat sebagai CEO Microsoft, Bill Gates mewajibkan dan mengharuskan semua karyawannya dari Pres-Dir hingga buruh untuk selalu mengatakan "Thank You" sebelum memulai kerja, saat bertemu temannya di kantor dan saat akan pulang kantor. Sementara Jeff Bezos founder dan CEO Amazaon.com di saat usahanya terpuruk dan di ambang kebangkrutan dan minim modal, dia mengumpulkan dan mengajak semua pegawai dan karyawannya untuk mengatakan "Thank You". Dampaknya, Amazon menguasai bisnis online. Jim Walton, pemilik Wallmart mengharuskan semua pegawainya untuk mengatakan "Thank You" kepada setiap pembeli. Kalau lupa mengatakan "Thank You" akan dipecat. Wallmart menjadi toko retail No. 1 di dunia. William shakespeare mengatakan, tidak ada perbuatan baik yang melebihi "Terimakasih" yang tulus. Mengatakan itu saja keadaan berubah. Sementara Sabda Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak bersyukur kepada Allah” (Hadis riwayat Abu Daud, At-Tirmizi).

Dalam bahasa agama, berterimakasih adalah ungkapan rasa syukur. Merasa senang dengan segala pemberian yang telah ada dan kita terima. Allah Swt juga akan menambah nikmat makhluknya yang bersyukur dan akan memberikan adzab bagi yang kufur. Syukur merupakan ungkapan sikap tahu diri kita sebagai makhluk yang telah diberi begitu banyak hal nikmat. Jika tidak bersyukur maka status kita menjadi tidak tahu diri.

Kita tarik ke level yang lebih sederhana, ketika orang tua memberikan sesuatu kepada anaknya dan anaknya sangat bahagia dan mengucapkan terimakasih, maka orang tua tersebut akan memiliki keinginan untuk memberi sesuatu kembali yang lebih bagik, yang lebih bagus bahkan yang lebih yang lainnya. Kalau kita memberi sesuatu kepada orang lain dan orang tersebut mengucapkan terimakasih, maka kita pun ingin mengulangi kembali untuk memberi. Dari sisi si pemberi ada kepuasan karena pemberiannya dihargai, dari sisi si penerima ada kebahagiaan karena diperhatikan dan diberi sesuatu. Oleh karenanya, kalau pemberian itu jelas kehalalannya, baik, bermanfaat, maka jangan sekali-kali ditolak.

Mulailah sejak hari ini mengucapkan kata terimakasih kepada siapapun yang berbuat baik kepada kita sekecil apapun. Sementara kepada Sang Maha Pencipta, sering-seringlah mengucapkan kata syukur, alhamdulillah dan perbuatan-perbuatan ibadah lainnya sebagai wujud rasa syukur. Ketika Rasulullah setiap malam shalat tahajud, Siti Aisyah berkata, Ya Rasul mengapa engkau beribadah sangat rajin padahal engkau sudah dijamin masuk surga?" Rasulullah hanya menjawab, "Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?" Ungkapan rasa syukur tidak hanya dengan kata Alhamdulullah, akan lebih baik kalau dilengkapi dengan kualitas dan kuantitas ibadah yang lebih banyak lagi. Semoga kita bisa mengamalkannya.
Terimakasih, alhamdulillah. Sukses selalu buat Anda semua. (*)

*) Penulis GM Harian Radar Pekalongan
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment